Media sosial digunakan oleh hampir seluruh penduduk bumi. Begitupun di Indonesia. Konon, dalam sehari setidaknya 3,5 jam dihabiskan oleh setiap pengguna media sosial di tanah air.
Maka tak heran apabila media sosial dijadikan ajang utama dalam berbagai upaya merebut perhatian publik untuk berbagai keperluan. Mulai dari politik, pemasaran, atau sekadar panjat sosial dari kelompok orang maupun individu.
Akibatnya, media sosial menjadi sangat bising. Maunya mencari inspirasi, tapi kita jadi gampang sekali terintimidasi oleh konten yang kita lihat dan perasaan-perasaan aneh yang ditimbulkannya. Informasi melimpah. Tapi banyak sampah. Kita jadi mudah sekali terpapar dan terlibat secara emosional oleh hal-hal yang sebenarnya bukan urusan kita.
Gejala apa ini? Bagaimana caranya agar kita bisa tetap waras?
Bersama Ika Karlina Idris, Associate Professor di Monash University, kita berbincang.
--- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
