Show notes
Dalam berkomunikasi, manusia tidak hanya menggunakan bahasa, tetapi juga dengan keras-lembut dan tinggi-rendahnya suara, warna suara, serta dengan sikap tubuh, gerakan bagian bagian tubuh, ekspresi wajah, bahkan jauh-dekat posisi peserta interaksi. Menurut Kartomihardjo ( 1988: 73), keras-lembut, tinggi-rendah, dan warna suara sebagai peranti tergolong isyarat yang disebut ragam yang memiliki makna sosial dan emosional dalam suatu interaksi. Sementara isyarat lainnya yang menggunakan berbagai gerakan bagian tubuh digolongkan pada kinesik. Kinesik adalah suatu ilmu yang mempelajari isyarat yang menggunakan berbagai bagian tubuh (Kartomihadjo, 1988: 73). Yang termasuk kinesik, yakni ekspresi wajah, sikap tubuh, gerakan jari jemari, tangan lengan, pundak, goyangan pinggul, dan gelengan kepala.Kinesik merupakan unsur tersendiri yang melengkapi sistem komunikasi manusia. Bersama sama dengan ragam dengan segala pirantinya, kinesik merupakan sistem paralinguistik yang turut mengatur interaksi manusia dalam hidup bermasyarakat.Unsur paralinguistik ini agak sulit dipelajari karena respons para peserta tutur senantiasa tidak disadari. Bahkan, lawan tutur tidak merasa yakin dengan respons yang dilakukannya. Paralinguistik inilah yang sering merupakan biang keladi kekeliruan dan perasaan tidak enak bila kita berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki kebudayaan berbeda dengan yang kita miliki. Ketidaktahuan ini mengakibatkan interpretasi yang keliru terhadap unsur kinesik, Hall (1950) menyebutnya dengan "Silent language."Kita sering kurang menyadari pentingnya kode nonverbal dalam berkomunikasi. Faktanya, tidak semua konsep bahasa dapat diwakili oleh kata atau kalimat. Salah satu kode nonverbal itu ialah kinesik, yaitu istilah dalam semiotik untuk mengacu pada ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.Kinesik yang dipelajariDalam bukunya (pengantar sosiolinguistik Aslinda/Leni

