Show notes
Beberapa tahun belakangan ini, sebelum pandemi Covid-19 mengubah tatanan hidup manusia, traveling sudah menjadi kebutuhan manusia. Melakukan perjalanan menuju tempat wisata yang lagi tren ataupun tempat yang tersembunyi merupakan gaya hidup yang dilakukan dengan berbagai macam motif. Ada yang ingin menghibur diri sejenak keluar dari rutinitas hidup sehari-hari, ada juga yang memang ingin menghabiskan uang yang ditabung selama ini, dan ada juga yang ingin menemukan diri sendiri melalui perjalanan-perjalanan itu.Saya jalan-jalan, maka saya ada. Bisa mengunjungi berbagai tempat di seluruh dunia juga sudah menjadi bagian dari identitas diri. Menjadikan pengalaman dan tempat wisata yang sudah dikunjungi menjadi bagian dari diri. Tapi, apakah benar demikian? Dapatkah foto-foto perjalanan yang diunggah di media sosial menentukan nilai diri? Bagaimana sih caranya melakukan perjalanan yang menyenangkan? Apakah perjalanan yang dilakukan bisa berkontribusi untuk membentuk pola pikir, perspektif, dan nilai-nilai yang selama ini kita anut? Dapatkan perjalanan mengubah diri?Selamat Mendengarkan!--- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/monika-harahap/message



